semburan warna
pecah di dinding-dinding
kamar
lorong-lorong biru
waktu
menjelma teror
dari tabung gas dan api
mercik ke muka
aku menari, anjing
mencuri-curi lolongan
lolongan panjang hutan
prasangka hitammu
lelerkan lidah
di jalan-jalan pesta
arak
arakan nadir
mekik ke pasar
aku kesunyian
dalam kelam
berkamar
malam
mecah jidat
dan kecemasan
yang terus berdenging
kuras sumur riwayatmu
tanpa dasar
gelagap, anjing
geladak keringkan laut
seperti mimpi gelapmu
gairah hablur ke tujuh samudra
mengarungi lingkar kelana
membajak kapal-kapal dagang
gelombang pasang, awan
dan hujan
membajak sawah
kau bidik keruh mataku
mencari-cari menara cahaya
antara lubang-lubang dermaga
di tubir-tubir malam pasah
aku mecah raga
kersikmu racun
sangsikan gelibat tarianku
menggerusku sebagai ular laut buta
tebaskan daun kelor
kesat tabiatku makin gasang
semburat tanda
gelagat bisaku
hanya kamar yang bergantung
di langit-langit tanpa batas
kalungkan api di gelak gelambir
kuburku yang mbeliung di kepalamu
050803
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.