Kamis, Agustus 07, 2003

tabiat kelor


semburan warna
               pecah di dinding-dinding
                            kamar
                     lorong-lorong biru
                            waktu
                         menjelma teror
               dari tabung gas dan api
mercik ke muka

aku menari, anjing
               mencuri-curi lolongan
                        lolongan panjang hutan
                              prasangka hitammu
                     lelerkan lidah
di jalan-jalan pesta
                      arak
                         arakan nadir
mekik ke pasar

aku kesunyian
              dalam kelam
                             berkamar
                                  malam
mecah jidat
              dan kecemasan
                    yang terus berdenging
                         kuras sumur riwayatmu
                              tanpa dasar

gelagap, anjing
              geladak keringkan laut
seperti mimpi gelapmu
              gairah hablur ke tujuh samudra
              mengarungi lingkar kelana
                            membajak kapal-kapal dagang
                                   gelombang pasang, awan
                                                        dan hujan
                                       membajak sawah

kau bidik keruh mataku
              mencari-cari menara cahaya
antara lubang-lubang dermaga
              di tubir-tubir malam pasah
aku mecah raga

kersikmu racun
             sangsikan gelibat tarianku
                            menggerusku sebagai ular laut buta
                                                  tebaskan daun kelor
                            kesat tabiatku makin gasang

             semburat tanda
gelagat bisaku
           hanya kamar yang bergantung
                    di langit-langit tanpa batas
                                   kalungkan api di gelak gelambir
                            kuburku yang mbeliung di kepalamu

050803

Tidak ada komentar: