riwayat ular gelang
gelang-gelangku menggelibat serupa ular
beludak, memagut senyum yang merona
hatiku. seratus ekor api diliup anak bayu
di bawah pohon itu asanasku merupa perjaka
yang berlari dari negeri sejak saksikan sakit
dan kematian mengambangi udara
hamburanku pada mata melesit
jendela-jendela menjadi akar-akar
rumputan
adalah malam
berpendaran tanpa bintang
padang arafah nur tan pawates
yang kau sebutkan dalam mimpi
dan harimu, terus dan selalu, relung
relung gemuruh sunya ruhku meriakkan
rasa senatiasa dan senyum
0703
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.