Selasa, Agustus 05, 2003

riwayat ular gelang



gelang-gelangku menggelibat serupa ular

beludak, memagut senyum yang merona

hatiku. seratus ekor api diliup anak bayu

di bawah pohon itu asanasku merupa perjaka

yang berlari dari negeri sejak saksikan sakit

dan kematian mengambangi udara

hamburanku pada mata melesit

jendela-jendela menjadi akar-akar

rumputan



adalah malam

berpendaran tanpa bintang

padang arafah nur tan pawates

yang kau sebutkan dalam mimpi

dan harimu, terus dan selalu, relung

relung gemuruh sunya ruhku meriakkan

rasa senatiasa dan senyum

0703

Tidak ada komentar: