I'm ready to let the river wash over me *
barangkali nanti aku mencumbu, mereguk lekuk liku bibirmu, lalu lelap di pangkuanmu. seperti pagi menggesah lembut dengan tangan-tangan fajar dan segelas kopi. bayang-bayang kelam mimpiku
kota telah meninggalkanku dalam botol-botol kosong. igauan tanda tanya. selembar kenangan yang tak menangis, sesal tak pernah masuk kelas. tak pernah mangkir, melainkan selalu hadir dengan kantuk yang sangat menekan
telah kubunuh waktu dalam perut. aksara bergambar kardus-kardus, kaleng dan botol-botol kosong mengisi kenangan yang leleh dari ketiadaan salam purba. sejarah, kematian dirinya dan tak satupun datang ziarah di ujung-ujung gaib bangku-bangku sekolahmu
kota selalu lupa menyebut namaku. buku-buku kulacurkan dalam pendiangan. kakimu perlu kehangatan, syal tua ternyata hanya angka sial. tiga belas kambing yang kugiring turut saja menjadi kurban. mungkin aku siap mmenunggu; sungai itu menyapu nganga di kelangkangku. pada terbitnya pagi nanti
*dari sebuah lagu gelap penghibur rambut terurai ikal
110703
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.