Minggu, Agustus 03, 2003

serupa sunyi







kesunyian adalah surga terbelah

di kelangkang ibu, mengucurkan deras

puting susu dan lendir menggumpal

dari kerongkong gasangku



serupa ponten paling akhir

dimana aku hanya berhadapan bayangan

busukku, menghitung tiap kepeng wang

di kantung gombalku



kau boleh lempari aku

batu, belati atau tai

tapi jangan puisi softex

atau sajak beludak

sebab di situ tanganmu mewujud

gelembung-gelembung kosong

yang selalu melolong – menceraikan

telingaku dari lampu-lampu

jalan – dan kakimu tak tercerna

perut dengan lembut

kecuali membuat sembelit

tanpa jeda



sirami dengan segantang arak

paling tua atau anggur

tapi aku pilih air sumur

sebab ketulusannya melebihi

kisah para rasul yang bisa

kau tadwijkan



kesunyian serupa ponten

dan malaikat-malaikat kehilangan sayap

sejak aku terpaku oleh cintamu

pada perut dunia

dan kelangkang

bisu

052003

Tidak ada komentar: