serupa sunyi
kesunyian adalah surga terbelah
di kelangkang ibu, mengucurkan deras
puting susu dan lendir menggumpal
dari kerongkong gasangku
serupa ponten paling akhir
dimana aku hanya berhadapan bayangan
busukku, menghitung tiap kepeng wang
di kantung gombalku
kau boleh lempari aku
batu, belati atau tai
tapi jangan puisi softex
atau sajak beludak
sebab di situ tanganmu mewujud
gelembung-gelembung kosong
yang selalu melolong – menceraikan
telingaku dari lampu-lampu
jalan – dan kakimu tak tercerna
perut dengan lembut
kecuali membuat sembelit
tanpa jeda
sirami dengan segantang arak
paling tua atau anggur
tapi aku pilih air sumur
sebab ketulusannya melebihi
kisah para rasul yang bisa
kau tadwijkan
kesunyian serupa ponten
dan malaikat-malaikat kehilangan sayap
sejak aku terpaku oleh cintamu
pada perut dunia
dan kelangkang
bisu
052003
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.