Selasa, Agustus 05, 2003

kau bukan, bangsat



kau tahu, bangsat

migrasi dari kampung busung

mendesak kota-kota dalam pingsan

hanya matahari menjelma lampu jalan

bulan bisu dan bintang mati pelahan

karnaval leler di lorong-lorong bangku



kau kenal, bangsat

semburat dari gelap bernama luka

nama jalan yang tak pernah lengkap

bergantung di udara selepas gebalau

mimpi yang kau layarkan, tiap malam

sajak darahku makin pesing dan cemas



kau eja, bangsat

sebagai serat yang sempat terlupa

binatang berlarian dari tubuh yang lepuh

tunggang langgang dalam sedotan maut

sambil kau ingat terus namanya hitam

dan aku adalah pohon tumbang

saat tanah membakar kota

290703

Tidak ada komentar: