kau bukan, bangsat
kau tahu, bangsat
migrasi dari kampung busung
mendesak kota-kota dalam pingsan
hanya matahari menjelma lampu jalan
bulan bisu dan bintang mati pelahan
karnaval leler di lorong-lorong bangku
kau kenal, bangsat
semburat dari gelap bernama luka
nama jalan yang tak pernah lengkap
bergantung di udara selepas gebalau
mimpi yang kau layarkan, tiap malam
sajak darahku makin pesing dan cemas
kau eja, bangsat
sebagai serat yang sempat terlupa
binatang berlarian dari tubuh yang lepuh
tunggang langgang dalam sedotan maut
sambil kau ingat terus namanya hitam
dan aku adalah pohon tumbang
saat tanah membakar kota
290703
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.