tak ada yang lebih marah dari kematian yang tertunda-tunda. tandu dan
kereta mayat jadi mainan anak-anak. disangkanya aku masih butuh minum
dari botol-botol tolol di bibir-bibir jalan. aku amarah...
bulan datang, bulan lewat. bukan ukuran kemarahanku. kemarahanku
lebih hangus dari brama. lebih murka dari kresna yang mecah raga;
ketika keseratus kurawa tak menganggap perwujudan duta. aku
al'wammah...
kali-kali telah kukeringkan. kalijaga telah kujagal, toh kudus jadi
tak kudus sejak tangannya menghadang keris hadiwijaya dan menyilakan
penangsang menangsangkan kerisnya; warangkakno Nak Mas, warangkakno.
kebusukan jubah-jubah dan kasula tak kalah bengisnya. kastil-kastil
tua sudah waktunya dirubuhkan. semisal sajak anggur dan roti sebundar
rembulan. aku mutmainah...
tangis bayi diketiak ibunya tak membuat surut tanda-tanda keculasan
di alis bapaknya yang nujum. berjuntai seperti retak wajar dari
sangsai kematian angkara purwitaning geni. aku kawah candradimuka.
aku dajjal. aku iblis. aku isrofil. kalo tak bisa mengaku biar
mengkau atau mengamuk serupa wangsa jejadian yang tak bisa melemas
soreini
Jumat, September 26, 2003
no promise no guanrantee
terus terang aku munafik, jadi aku akan terus berjanji demi
pengkhianatan kata berkali-kali. seperti menggenangkan the treachery
of image dari magrite. tapi percayalah, ini bukan janji. lalu dengarlah
kupingku pecah diremah-remah roti dan anggur bertanggi-tanggi
jangan peduli, jika memang kau imani. kepada pengetahuan
tetangga memang suka berbisik, gemar bergunjang.
lalu langit tergugah, bumi bergunjing. biarkan dewa-dewa menelikung
di sisik melik kuping yang marah. seperti jambu gelas, segar dan
bikin gairah. mari bersulang untuk abad-abad dari sejuta laknat dan
petaka di kepala kita semua.
biar dajjal datang, atau isrofil mengahadap duli kakiku. ah, telegram
yang kemarin cuma beberapa ton saja. lantas dimana letaknya ketuanan,
kerasukan, ketunggalan, kerumunan, dan kerataan dadamu yang mencakar-
cakar langit dan muka malaikat jika masih kau dengarkan bicaraku.
adakah aku bicara, atau kau bermimpi mendengarnya
metpagi
pengkhianatan kata berkali-kali. seperti menggenangkan the treachery
of image dari magrite. tapi percayalah, ini bukan janji. lalu dengarlah
kupingku pecah diremah-remah roti dan anggur bertanggi-tanggi
jangan peduli, jika memang kau imani. kepada pengetahuan
tetangga memang suka berbisik, gemar bergunjang.
lalu langit tergugah, bumi bergunjing. biarkan dewa-dewa menelikung
di sisik melik kuping yang marah. seperti jambu gelas, segar dan
bikin gairah. mari bersulang untuk abad-abad dari sejuta laknat dan
petaka di kepala kita semua.
biar dajjal datang, atau isrofil mengahadap duli kakiku. ah, telegram
yang kemarin cuma beberapa ton saja. lantas dimana letaknya ketuanan,
kerasukan, ketunggalan, kerumunan, dan kerataan dadamu yang mencakar-
cakar langit dan muka malaikat jika masih kau dengarkan bicaraku.
adakah aku bicara, atau kau bermimpi mendengarnya
metpagi
Kamis, September 25, 2003
Think of the lizard.
It spends most of its life on the ground, envying the birds and indignant at its fate and its shape. "I am the most disliked of all the creatures," it thinks. "Ugly, repulsive, and condemned to crawl along the ground." One day, though, Mother Nature asks the lizard to make a cocoon. The lizard is startled -- it has never made a cocoon before. He thinks that he is building his tomb, and prepares to die. Although unhappy with the life he has led up until then, he complains to God: "Just when I finally became accustomed to things, Lord, you take away what little I have." In desperation, he locks himself into the cocoon and awaits the end. Some days later, he finds that he has been transformed into a beautiful butterfly. He is able to fly to the sky, and he is greatly admired. He is surprised at the meaning of life and at God's designs.
Maktub
"Maktub" means "It is written." The Arabs feel that "It is written" is not really a good translation, because, although everything is already written, God is compassionate, and wrote it all down just to help us. The wanderer is in New York. He has overslept an appointment, and when he leaves his hotel, he finds that his car has been towed by the police. He arrives late for his appointment, the luncheon lasts longer than necessary, and he is thinking about the fine he will have to pay. It will cost a fortune. Suddenly, he remembers the dollar bill he found in the street the day before. He sees some kind of weird relationship between the dollar bill and what happened to him that morning. "Who knows, perhaps I found that money before the person who was supposed to find it had the chance? Maybe I removed that dollar bill from the path of someone who really needed it. Who knows but what I interfered with what was written?" He feels the need to rid himself of the dollar bill, and at that moment sees a beggar sitting on the sidewalk. He quickly hands him the bill, and feels that he has restored a kind of equilibrium to things. "Just a minute," says the beggar. "I'm not looking for a handout. I'm a poet, and I want to read you a poem in return." "Well, make it a short one, because I'm in a hurry," says the wanderer. The beggar says, "If you are still living, it's because you have not yet arrived at the place you should be."
sebenarnya aku ga pengen cerita soal ini.........
semua dimulai waktu jam tiga pagi, sebelum matahari lahir suaraku pecah di udara pasah. semua orang diam menunggu malaikat lewat, tapi mereka tak pernah lewat. malaikat tak pernah lewat untuk kelahiranku. seperti angin tanpa cuaca. anjing, para malaikat mungkin menyangkaku lebih laknat dari anjing.....
lalu mulailah adegan-adegan tipuan tuhan. sejak dari jantung yang dipompa sekerasnya oleh demam kelam dan gasang. jantungku pun jadi lemah. sampe umur 2 tahun
semua dimulai waktu jam tiga pagi, sebelum matahari lahir suaraku pecah di udara pasah. semua orang diam menunggu malaikat lewat, tapi mereka tak pernah lewat. malaikat tak pernah lewat untuk kelahiranku. seperti angin tanpa cuaca. anjing, para malaikat mungkin menyangkaku lebih laknat dari anjing.....
lalu mulailah adegan-adegan tipuan tuhan. sejak dari jantung yang dipompa sekerasnya oleh demam kelam dan gasang. jantungku pun jadi lemah. sampe umur 2 tahun
Minggu, September 21, 2003
Aku Tak Ingin
malam nanti aku datang ke rumah
kubawakan dadaku yang tersisa
biar kubelah juga di pangkuanmu
bila kau rasa kurang
bunuh tubuh dan jiwaku
mintalah segala malaikat melaknatku
mintalah Isrofil datang menjemputku
malam ini dalam keteduhan mimpimu
itu pun kalau Isrofil berani datang
jika tak datang, biar kuejakan do'a arwah
bagiku sendiri
yasin dan ziarah qubur, bagiku sendri
dan jemput aku di luka senyummu
aku tak lagi ingin mencintaimu
sebab dengan ini aku mencintaimu
210903
kubawakan dadaku yang tersisa
biar kubelah juga di pangkuanmu
bila kau rasa kurang
bunuh tubuh dan jiwaku
mintalah segala malaikat melaknatku
mintalah Isrofil datang menjemputku
malam ini dalam keteduhan mimpimu
itu pun kalau Isrofil berani datang
jika tak datang, biar kuejakan do'a arwah
bagiku sendiri
yasin dan ziarah qubur, bagiku sendri
dan jemput aku di luka senyummu
aku tak lagi ingin mencintaimu
sebab dengan ini aku mencintaimu
210903
sajak arwahku
syair-syair lahir
dari lengan penuh darah
jadilah pembunuh sejarah
tentang para padri berjubah
sajak-sajak kampung busung
pengkotbah jalanan berkerah
putih, seperti lelaki cengeng
yang jeri pada dosa sendiri
hancurkan kampung-kampung
kota sisa peradaban yang pasi
meski kau harus menjelma kafir
jadilah kafir demi kehancuran
tembok-tembok masa sekarat
mengamuklah sejadi-jadinya
sebab buta mata dan hati
para wali telah menyiksa
jiwa-jiwa dari sajak-sajak
paling taffakur di padang
angkasa kami
pecahan-pecahan langit
akan kujadikan souvenir
pada malam pernikahan
di atas kolam bayangan
bulan dan seguci arak
210903
dari lengan penuh darah
jadilah pembunuh sejarah
tentang para padri berjubah
sajak-sajak kampung busung
pengkotbah jalanan berkerah
putih, seperti lelaki cengeng
yang jeri pada dosa sendiri
hancurkan kampung-kampung
kota sisa peradaban yang pasi
meski kau harus menjelma kafir
jadilah kafir demi kehancuran
tembok-tembok masa sekarat
mengamuklah sejadi-jadinya
sebab buta mata dan hati
para wali telah menyiksa
jiwa-jiwa dari sajak-sajak
paling taffakur di padang
angkasa kami
pecahan-pecahan langit
akan kujadikan souvenir
pada malam pernikahan
di atas kolam bayangan
bulan dan seguci arak
210903
mayangkembarku
yen kembaring mayang
katetepake sapengadek
mula aja dadi penggalih
rena twin cuwaning
rasa tan bisa rinasa
tyas sepining hening
ngelingake endahing
samudra rasaku
marang seliramu
210803
katetepake sapengadek
mula aja dadi penggalih
rena twin cuwaning
rasa tan bisa rinasa
tyas sepining hening
ngelingake endahing
samudra rasaku
marang seliramu
210803
Langganan:
Postingan (Atom)