tak ada yang lebih marah dari kematian yang tertunda-tunda. tandu dan
kereta mayat jadi mainan anak-anak. disangkanya aku masih butuh minum
dari botol-botol tolol di bibir-bibir jalan. aku amarah...
bulan datang, bulan lewat. bukan ukuran kemarahanku. kemarahanku
lebih hangus dari brama. lebih murka dari kresna yang mecah raga;
ketika keseratus kurawa tak menganggap perwujudan duta. aku
al'wammah...
kali-kali telah kukeringkan. kalijaga telah kujagal, toh kudus jadi
tak kudus sejak tangannya menghadang keris hadiwijaya dan menyilakan
penangsang menangsangkan kerisnya; warangkakno Nak Mas, warangkakno.
kebusukan jubah-jubah dan kasula tak kalah bengisnya. kastil-kastil
tua sudah waktunya dirubuhkan. semisal sajak anggur dan roti sebundar
rembulan. aku mutmainah...
tangis bayi diketiak ibunya tak membuat surut tanda-tanda keculasan
di alis bapaknya yang nujum. berjuntai seperti retak wajar dari
sangsai kematian angkara purwitaning geni. aku kawah candradimuka.
aku dajjal. aku iblis. aku isrofil. kalo tak bisa mengaku biar
mengkau atau mengamuk serupa wangsa jejadian yang tak bisa melemas
soreini
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.