Minggu, September 28, 2003

bijikapuk

1
mungkin aku terlalu masyuk
bermain dengan anak-anak
angin yang menggigilkanku

mungkin aku tak sempat
menggambar lagi pada dinding
dinding absurd arkade kota kita

sst kupu kuning itu lukai juga kepakku

aku hanya angin malam basah
mimpi ketika mata menjerang hari
debu beterbangan di tengah ilalang
rawa-rawa mambang, hantu dan arwah

2
mungkin kau begitu
tapi aku tak pernah lupa
pada terompah yang jatuh

tinggalkan jembatan kayu
dan mengambang di arus
hitam sungai kecil kota
dan anginmu menyayat
gigilku

terbanglah kupu kuningku ke arah fajar..

mungkin nanar..
mataku lindap ditelan kabut
lukisan persimpangan mataharimu

aku yang berhamburan
mencari jejakmu di dinding
jalan kota iringkan jenazahku
ke padang tanpa ilalang

200903

Tidak ada komentar: