1
mungkin aku terlalu masyuk
bermain dengan anak-anak
angin yang menggigilkanku
mungkin aku tak sempat
menggambar lagi pada dinding
dinding absurd arkade kota kita
sst kupu kuning itu lukai juga kepakku
aku hanya angin malam basah
mimpi ketika mata menjerang hari
debu beterbangan di tengah ilalang
rawa-rawa mambang, hantu dan arwah
2
mungkin kau begitu
tapi aku tak pernah lupa
pada terompah yang jatuh
tinggalkan jembatan kayu
dan mengambang di arus
hitam sungai kecil kota
dan anginmu menyayat
gigilku
terbanglah kupu kuningku ke arah fajar..
mungkin nanar..
mataku lindap ditelan kabut
lukisan persimpangan mataharimu
aku yang berhamburan
mencari jejakmu di dinding
jalan kota iringkan jenazahku
ke padang tanpa ilalang
200903
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.