Sabtu, Agustus 09, 2003

solilokui di pintu perawan tua

Seperti tiap pemburu aku mengenali lekuk liku
tajam batu-batu dan tiap jengkal lubang dalam
kelam pinggulmu, sepekat tarian langit dirajam
bulan yang kulup berselimut kabut. Saat semak
semak di antara lembah meremang oleh geliat
lata binatang malam. Aku mencumbu lembut
serupa tanganmu menyingkap rahasia surga
dan bumi untuk menjadikannya makan pagi
bagi anak-anakmu

Setabah tiap bulir embun kau menunggu
di ujung-ujung lidah rumputan yang tengadah
dan nyaris lelah, jauh di kedalaman lembahmu
Tiap lembar retak fajar pertama matahariku
menghangatkan dan mengantarkan langkahku
mencari siang bagi anak-anakku. Seperti pencuri
banal, kau pun tahu tiap lembar surat yang mungkin
tak tertulis dan terkirim padamu

Aku mengenalmu, kau mengenalku. Selebihnya hanya
masa lalu

2002



Tidak ada komentar: