sihirmu lebih pekat dari laut
Aku akan menyapamujika rambut mampu mengurai waktu yang terlilit
parang rusak di dada dan pinggul ranum itu
Lewat segelas pagi kau seduh matahari
hati-hati. Hingga geletaran seru sekalian alam
jagad kecilku dengan laut pasang menikam mata
dan hari-hariku mengembus senyap nyala lilin
dimainkan angin
dan riak-riak rambutmu yang mulai
mengering kecemasan. Jari-jari nakal
fajar yang tak kenal lelah menjentik kelembaban
nira di sudut-sudut matamu. Kau yang asing
dari mengenal lelahku, rengkuh
dan raba tiap bilur anggur, kering di atas bibir
kalamku, demi segala
mungkin
aku akan mencumbu
2002
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.