Sabtu, Agustus 09, 2003

doa lelaki yang tertidur

sihirmu lebih pekat dari laut
Aku akan menyapamu
jika rambut mampu mengurai waktu yang terlilit
parang rusak di dada dan pinggul ranum itu
Lewat segelas pagi kau seduh matahari
hati-hati. Hingga geletaran seru sekalian alam
jagad kecilku dengan laut pasang menikam mata
dan hari-hariku mengembus senyap nyala lilin
dimainkan angin

dan riak-riak rambutmu yang mulai
mengering kecemasan. Jari-jari nakal
fajar yang tak kenal lelah menjentik kelembaban
nira di sudut-sudut matamu. Kau yang asing
dari mengenal lelahku, rengkuh
dan raba tiap bilur anggur, kering di atas bibir
kalamku, demi segala
mungkin
aku akan mencumbu

2002

Tidak ada komentar: