kapal-kapal capung
kulihat kau berjingkat dengan langkah-langkah
kecil. lebih banal dari matahari. menggoda para musyafir
menari masyuk merasuk dalam mabuk. tapi kau selalu luput
dari jerat jejaring jari-jari. sesekali kau sambut juga
tangan-tangan yang menampar lewat tatapan dan cemburu
kudengar kersikmu di antara lumut, batu dan serangga
menebas lunas sayap-sayap angin dan patahan ranting kering
mengebas sapu pada cuaca, seperti mantra mengundang hujan
tapi jika mendung menggulung diri kau pun pergi. tanpa janji
terus melayang, terus bernyanyi
kau bilang gasang lagumu serupa tangis bayi pertama
kali mengaji ejaan dunia. aku larut dalam nyanyianmu
menjelma serangga, mengapung di udara, rahimku berbisa
dan aku terlalu tua menjelma kapal-kapal capung, kelakku
adalah tanggalan lapuk sayap-sayap ngilu. kau menantingku
di semak kemarau. dan aku terlalu kecil buat mengasat diri
di sari-sari bungamu. aku adalah nanah saat kau berlalu
030603
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.