Selasa, Agustus 05, 2003

kapal-kapal capung



kulihat kau berjingkat dengan langkah-langkah

kecil. lebih banal dari matahari. menggoda para musyafir

menari masyuk merasuk dalam mabuk. tapi kau selalu luput

dari jerat jejaring jari-jari. sesekali kau sambut juga

tangan-tangan yang menampar lewat tatapan dan cemburu



kudengar kersikmu di antara lumut, batu dan serangga

menebas lunas sayap-sayap angin dan patahan ranting kering

mengebas sapu pada cuaca, seperti mantra mengundang hujan

tapi jika mendung menggulung diri kau pun pergi. tanpa janji

terus melayang, terus bernyanyi



kau bilang gasang lagumu serupa tangis bayi pertama

kali mengaji ejaan dunia. aku larut dalam nyanyianmu

menjelma serangga, mengapung di udara, rahimku berbisa

dan aku terlalu tua menjelma kapal-kapal capung, kelakku

adalah tanggalan lapuk sayap-sayap ngilu. kau menantingku

di semak kemarau. dan aku terlalu kecil buat mengasat diri

di sari-sari bungamu. aku adalah nanah saat kau berlalu

030603

Tidak ada komentar: