sangpengabdi
;M.Rofiqi
kesepian itu bukan warung kopi
sore hari tak berpintu, cuma mengisap
kretek berat dari kedalaman malam
mata nanarnya adalah perlawanan
terus dan selalu, tak membakar
senja seperti berkerudung
kabut. di meja kopinya menepi
meski bukan untuk menunggu
angin atau daun yang jatuh
sesekali. hanya sesekali
matanya peram menahan
rasa pekat di lekat kopinya
160503
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.