dukha bukan luka, kambrat
trivikram aku
sebagai utusan terakhir
menempuh seratus tubuhmu
saat terderas seru halimunmu
sebagai mantra
yang merangkum segala
jagad
bukan kemilikan
mencairkan hidrachepalla
dari para nirakal dan niskalla
debu-debu chakravalla telah gelibatkan elektra pada farji
dalam kelam malam dan matahari
prota dan neutra bersengketa berkelindan
hanya akar-akar bebas
datang kau tebas lunas
kau sebut tubuh
sebagai bangku dan kubangan
dimana kakimu memijak dan jarimu biji-bijian
jejak dari ayat bangku
dari riwayat-riwayat hantu
kau syahwatkan syakwasangka
atas lukaku sebagai yang bukan luka
kau kirimkan karna seperti pasopati
meski kau tahu; mencium angkasa dan guru menjelma
senopati ing alaga pun, takkan ada angin untukmu
sebab kau hanya warisan sebuah nama
hanya duka kau lukakan
trivikram aku
agar kau buka mata dan telinga
lepaskan tahta dan rasakan perutmu
ajarkan merahnya luka
310703
Selasa, Agustus 05, 2003
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.