Selasa, Agustus 05, 2003

dukha bukan luka, kambrat



trivikram aku

sebagai utusan terakhir

menempuh seratus tubuhmu

saat terderas seru halimunmu

sebagai mantra

yang merangkum segala



jagad

bukan kemilikan

mencairkan hidrachepalla

dari para nirakal dan niskalla

debu-debu chakravalla telah gelibatkan elektra pada farji

dalam kelam malam dan matahari

prota dan neutra bersengketa berkelindan

hanya akar-akar bebas

datang kau tebas lunas

kau sebut tubuh

sebagai bangku dan kubangan

dimana kakimu memijak dan jarimu biji-bijian

jejak dari ayat bangku

dari riwayat-riwayat hantu

kau syahwatkan syakwasangka

atas lukaku sebagai yang bukan luka



kau kirimkan karna seperti pasopati

meski kau tahu; mencium angkasa dan guru menjelma

senopati ing alaga pun, takkan ada angin untukmu

sebab kau hanya warisan sebuah nama

hanya duka kau lukakan



trivikram aku

agar kau buka mata dan telinga

lepaskan tahta dan rasakan perutmu

ajarkan merahnya luka

310703

Tidak ada komentar: