Sabtu, Agustus 02, 2003

ringin sirah





hanya merayap di bawah bayang-bayang

malam purnama menjelma kerajaan kami

setelah negerimu menempuh laut

memeluk ombak dengan barisan-barisan

meriam di atas geladak dan kabin



tarian daun-daun bambu telah berganti

dengan bau mesiu dan tembok tinggi loji

ledakan-ledakan serupa hujan

tak kenal siang dan malam



mimpi-mimpi kami pun hangus

disambar ribuan api yang kau lontarkan

para penjaga gerbang telah lumpuh

kehilangan iman pada tangan-tanganmu



mulut-mulut kami tersumpal sampah

sisa dari keramik negeri seruling kuning

yang kau lemparkan di pelataran dan kolam

kolam hiu beradu dengan dendam buaya



kami mengendap di bawah kereta

kecemasan, ketika lampu-lampu membuka

mata. membunuh siang yang terlalu kering

membakar perut anak-anak dan perempuan

mencairkan anjing-anjing berkalung pasar

tembang-tembang berdarah seperti bulan

mawar. kami rayakan pesta begal ini

2003

Tidak ada komentar: