ringin sirah
hanya merayap di bawah bayang-bayang
malam purnama menjelma kerajaan kami
setelah negerimu menempuh laut
memeluk ombak dengan barisan-barisan
meriam di atas geladak dan kabin
tarian daun-daun bambu telah berganti
dengan bau mesiu dan tembok tinggi loji
ledakan-ledakan serupa hujan
tak kenal siang dan malam
mimpi-mimpi kami pun hangus
disambar ribuan api yang kau lontarkan
para penjaga gerbang telah lumpuh
kehilangan iman pada tangan-tanganmu
mulut-mulut kami tersumpal sampah
sisa dari keramik negeri seruling kuning
yang kau lemparkan di pelataran dan kolam
kolam hiu beradu dengan dendam buaya
kami mengendap di bawah kereta
kecemasan, ketika lampu-lampu membuka
mata. membunuh siang yang terlalu kering
membakar perut anak-anak dan perempuan
mencairkan anjing-anjing berkalung pasar
tembang-tembang berdarah seperti bulan
mawar. kami rayakan pesta begal ini
2003
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.