kau yang terlupa
kau menggantungku di payung
barisan warung pinggir jalan
aku serupa ular beludak
tersumbat
dalam botol plastik
nanti aku lepas
menjemputmu dengan cecapan
lumat bibirmu yang selalu menuntun
buat menutup pintu kamarku
; sebab kita mengerak di antara alang
selalu ingatan kau tawarkan
mencatatnya sebagai mimpi samun
buka jendela kamar, biarkan sinar pagi
merasuk kabar bagi matamu dari dirinya
sendiri lewat bangkai kacamu
atau siang datang
membawakan secangkir kopi dan api
tentang mataku, lurus ke dalam
lihat ekornya menari-nari hangatkan
malam dan hari-hari nanti
032003
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.