Sabtu, Agustus 02, 2003

kau yang terlupa





kau menggantungku di payung

barisan warung pinggir jalan

aku serupa ular beludak

tersumbat

dalam botol plastik



nanti aku lepas

menjemputmu dengan cecapan

lumat bibirmu yang selalu menuntun

buat menutup pintu kamarku

; sebab kita mengerak di antara alang



selalu ingatan kau tawarkan

mencatatnya sebagai mimpi samun

buka jendela kamar, biarkan sinar pagi

merasuk kabar bagi matamu dari dirinya

sendiri lewat bangkai kacamu



atau siang datang

membawakan secangkir kopi dan api

tentang mataku, lurus ke dalam

lihat ekornya menari-nari hangatkan

malam dan hari-hari nanti

032003

Tidak ada komentar: