5BAB
kau simpan kerinduan hujan dari fajar
bayanganku, yang tegak lurus
pada bumi? serupa hantu dalam jubahmu
tak tersingkap biar sebentar
batas-batasnya tipis dan kabur
kadang tersenyum mengulum
atau membakar kelakar
lebur di arus sungsang, menjemput
angin puput. sedang pelukis daun
diantaranya pun telah kupenggal
dari tungkainya. meski di luar jendela
hujan tetap membuka payungnya
tergolek di teras dilumuri kabut sendiri
kusangsikan siang sayap-sayapku
mencari jejak di atas decak
รข€“ sisa musim bertamu. ah, siapa
berharap tanganku terbuka
tentu bukan binatang yang menyeret
langkah menelikung. dengarkan
nafas di kepak jantungmu, kami
selembar bayangan di balik kain
dan suluh bambu. anginmu gagap
gagu seperti perawan yang baru
dihunjam maut dari aliran darahnya
; permisi aku berpulang
ular-ular di rumahku lebih tulus
dari jubahmu. angin yang hilang
bisa berbalik, meski sebagian
sedang yang kaubuang terlalu sarat
buat kembali. seperti menjaring
dan memilah air dengan tangan
sementara kau terus mengejar
bayanganku, nanti aku pasti
mengempasmu. pada mata
menyala selembar daun
jatuh pun pecah
di depannya
042003
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.