Sabtu, Agustus 02, 2003

5BAB



kau simpan kerinduan hujan dari fajar

bayanganku, yang tegak lurus

pada bumi? serupa hantu dalam jubahmu

tak tersingkap biar sebentar

batas-batasnya tipis dan kabur

kadang tersenyum mengulum

atau membakar kelakar



lebur di arus sungsang, menjemput

angin puput. sedang pelukis daun

diantaranya pun telah kupenggal



dari tungkainya. meski di luar jendela

hujan tetap membuka payungnya

tergolek di teras dilumuri kabut sendiri

kusangsikan siang sayap-sayapku

mencari jejak di atas decak

รข€“ sisa musim bertamu. ah, siapa

berharap tanganku terbuka



tentu bukan binatang yang menyeret

langkah menelikung. dengarkan

nafas di kepak jantungmu, kami



selembar bayangan di balik kain

dan suluh bambu. anginmu gagap

gagu seperti perawan yang baru

dihunjam maut dari aliran darahnya

; permisi aku berpulang

ular-ular di rumahku lebih tulus

dari jubahmu. angin yang hilang



bisa berbalik, meski sebagian

sedang yang kaubuang terlalu sarat

buat kembali. seperti menjaring



dan memilah air dengan tangan

sementara kau terus mengejar

bayanganku, nanti aku pasti

mengempasmu. pada mata

menyala selembar daun

jatuh pun pecah

di depannya

042003

Tidak ada komentar: