aku ular rawa
; hyangsitianabrang
seperti anjing meranggas di atas rawa
lahir dari batu dan lumpur – sumbat perahu
dua tiang besar menyangkal dari haluan
menggantungku pada angin buritan
palguna, kelingking putus
dilarang memanah di tanah
merah, saat gerimis ngangkang
langit tirus dan bulan rembang
menggiring ribuan gema
gurun turun menegur
daun-daun
ular gerit
mengetuk pintu langit
tariannya khusyuk berkabut
pohon pengetahuan majal
menunggu maut dajjal
tanpa isyarat
langit muntah
mengaji dinding batu
aku melacur telanjang kaki
kujilati tapak terompah tua
pinjaman tanah merah
berkumur riwayat
tanda tanya
bila fajar datang
atas nama nabi-nabi dalam tubuhku
kerasukan iman berbusa demi bisa
lantakkan bisaku, bakar aku
110503
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.