Sabtu, Agustus 02, 2003

bocah jaring laba-laba





Buat lendir berjalan



Kau tampar aku demi cinta

Pada pelarianmu yang ketakutan

; tugas kita hanya mengapur

sambil kau lemparkan

serpihan kaca yang tak bisa kau pegang

lagi dalam bilik kemuramanmu



bocah itu tertawa sekeras matahari

mengunyah pagi, berlarian kencang telanjang

penuh lukisan kematian dan malam. Kau memburu

lebih cepat dari setan, sambil memaki terus

; bantu aku memasang celana kodoknya

kau berlari

lebih kuat lagi, menuju negeri-negeri berkabut

bersimpang jalan



kau hujani langit

yang makin menguning dan tak memberi waktu

meski untuk sekedar permainan, sepanjang kemarau

laknatmu

; sembilan matahari tak memberi apa-apa

maka kau tumpahkan seluruh duniamu pada bocah

yang makin muram itu, seburam kecantikanmu



kau ludahi aku

dengan keangkuhan yang kisut dan nujum

tanpa matahari menggarang langkah maut

menggiringmu

; kau lihat bocah itu, bocahku

satu musim benar

serapahmu. Kenang aku, kenanglah ludahmu



agar engkau tahu bocah-bocah cuma mencecap

dan menelan lendirmu demi menjadi bayangan

seraya bertanya pada serpihan kaca yang telah

mengkhianatimu

2002

Tidak ada komentar: