bocah jaring laba-laba
Buat lendir berjalan
Kau tampar aku demi cinta
Pada pelarianmu yang ketakutan
; tugas kita hanya mengapur
sambil kau lemparkan
serpihan kaca yang tak bisa kau pegang
lagi dalam bilik kemuramanmu
bocah itu tertawa sekeras matahari
mengunyah pagi, berlarian kencang telanjang
penuh lukisan kematian dan malam. Kau memburu
lebih cepat dari setan, sambil memaki terus
; bantu aku memasang celana kodoknya
kau berlari
lebih kuat lagi, menuju negeri-negeri berkabut
bersimpang jalan
kau hujani langit
yang makin menguning dan tak memberi waktu
meski untuk sekedar permainan, sepanjang kemarau
laknatmu
; sembilan matahari tak memberi apa-apa
maka kau tumpahkan seluruh duniamu pada bocah
yang makin muram itu, seburam kecantikanmu
kau ludahi aku
dengan keangkuhan yang kisut dan nujum
tanpa matahari menggarang langkah maut
menggiringmu
; kau lihat bocah itu, bocahku
satu musim benar
serapahmu. Kenang aku, kenanglah ludahmu
agar engkau tahu bocah-bocah cuma mencecap
dan menelan lendirmu demi menjadi bayangan
seraya bertanya pada serpihan kaca yang telah
mengkhianatimu
2002
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.