Lelaki yang hilang
Di antara remang rimbun farjimu yang merangkum bulan
biarkan hilang, nadir di altar rami-rami keabadian. lepaslah
dia yang tak bisa lagi mencumbu kakimu seraya berkata
: demam menggarangku, menyerangga kelangkang lesu
dan biru ini, merajam nadi yang sisa. Sejak kembang
kemuningkan musim berahi di atas nisan. Meski mata
selalu bertanya di daun yang sesekali lewat ditanting
angin, tentang selangka kananmu yang seronok. Tapi
matahari kelewat lelah dan tak sempat tahbiskan
bayangmu
Pelacur kecilku
yang tertinggal dalam busuk delapan penjuru
waktu dan menggelinjang dalam tempurungku, biar kureguk
muram kesenyapan. Seperti ada tertulis, akulah raja pengabdi
Pembasuh kaki yang berjaga ketika sungai itu memandikan
lelaki yang hilang
2002
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.