Minggu, Juli 20, 2003

Lelaki yang hilang





Di antara remang rimbun farjimu yang merangkum bulan

biarkan hilang, nadir di altar rami-rami keabadian. lepaslah

dia yang tak bisa lagi mencumbu kakimu seraya berkata

: demam menggarangku, menyerangga kelangkang lesu



dan biru ini, merajam nadi yang sisa. Sejak kembang

kemuningkan musim berahi di atas nisan. Meski mata

selalu bertanya di daun yang sesekali lewat ditanting

angin, tentang selangka kananmu yang seronok. Tapi

matahari kelewat lelah dan tak sempat tahbiskan

bayangmu



Pelacur kecilku

yang tertinggal dalam busuk delapan penjuru

waktu dan menggelinjang dalam tempurungku, biar kureguk

muram kesenyapan. Seperti ada tertulis, akulah raja pengabdi

Pembasuh kaki yang berjaga ketika sungai itu memandikan

lelaki yang hilang

2002

Tidak ada komentar: