akulah kutukan
Tak ada lagi rumput
yang lebih hijau dan khusyuk melayani
dan membasuh kakimu, menguapkan subuh
mimpimu ke ujung langit yang kau sulam berulang
dan selalu
: sayat-sayat perih adalah kutukanku
Kulum senyumku
surga makin mengecil sesudah keteduhannya
Waktu kau gangsir rumpun rimbunnya atas senja
kau susun batu-batu menjadi kastil-kastil cahaya
aku pun tetap berjaga dengan seutas senyum
serupa kutukanmu
: lahir dari batu
Lihat bayi merah
yang baru lahir ini, kau kuburkan lagi
Berkali mataku penuh tanya ke luas padang
pasir yang kau lagukan sebagai istana pantai
Bukankah hanya candu dan cendawan
: rebahlah di sini
Meski kau tak datang lebih pagi dari fajar
reguk aku sampai basah kemarau hitammu
tumpas segala musim yang merajam banal lagumu
2002
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.