Senin, Juli 21, 2003

akulah kutukan





Tak ada lagi rumput

yang lebih hijau dan khusyuk melayani

dan membasuh kakimu, menguapkan subuh

mimpimu ke ujung langit yang kau sulam berulang

dan selalu

: sayat-sayat perih adalah kutukanku



Kulum senyumku

surga makin mengecil sesudah keteduhannya

Waktu kau gangsir rumpun rimbunnya atas senja

kau susun batu-batu menjadi kastil-kastil cahaya

aku pun tetap berjaga dengan seutas senyum

serupa kutukanmu

: lahir dari batu



Lihat bayi merah

yang baru lahir ini, kau kuburkan lagi

Berkali mataku penuh tanya ke luas padang

pasir yang kau lagukan sebagai istana pantai

Bukankah hanya candu dan cendawan

: rebahlah di sini



Meski kau tak datang lebih pagi dari fajar

reguk aku sampai basah kemarau hitammu

tumpas segala musim yang merajam banal lagumu

2002

Tidak ada komentar: