belalang tua hijau daun
Telah kubuka pintu
langit dan anak-anak surga, meniup seruling
kematian. Ada satu bocah yang terus mengharap
embun, demi tarian hijau pupusmu. Di atas senja
yang bungkam
aku menjelma
seribu ketakutan, jika harus berjalan lurus
Kau bukan mata air di atas tanah yang basah
Aku yang mengundang bandang laknat datang
Aku cinta petaka, lumpuh di ujung lidahmu
Dan aku tak lebih bisa
dari belalang tua yang terkapar di bibir malam
Sebelum fajar membakar pagi aku ingin menjadi
pohonan. Tulang-tulangku berlepasan menerima
tiap bulir embun dan senyum di ujung matamu
yang mencekam lumpuhku
bakarlah aku agar menjadi
matahari
2002
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.