lelaki tua di pundak kerbau
Aku berjalan terseret
di atas kerbau tua yang lelah
dilepas tuannya, dari kandang dan jalan
ramai. Menuju negeri bulan yang menjual diri
dengan tarian seribu matahari, dada busung
bergantung-gantung menyapu udara. Sendiri
kuseret jalan ini
Tak kusebut namamu, bagal
binal yang selalu mencari subuhnya gunung
tunggak bambu di jalanku, demi guruh
tepukan para tua dan pemuja buta
perih kegalibanmu menggasang
langkahku
2002
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.