Rabu, Juli 23, 2003

lelaki tua di pundak kerbau





Aku berjalan terseret

di atas kerbau tua yang lelah

dilepas tuannya, dari kandang dan jalan

ramai. Menuju negeri bulan yang menjual diri

dengan tarian seribu matahari, dada busung

bergantung-gantung menyapu udara. Sendiri



kuseret jalan ini

Tak kusebut namamu, bagal

binal yang selalu mencari subuhnya gunung

tunggak bambu di jalanku, demi guruh

tepukan para tua dan pemuja buta

perih kegalibanmu menggasang

langkahku

2002



Tidak ada komentar: