Kamis, Agustus 21, 2003

tai asu cintaku


meledak ke udara
                 semuntap pasukan merah
            melalap barisan rumah
melahap malam
            mengertap bibir seberang
                               kali ini
                    aku tak peduli
pada senyum walikota
                     jamuan makan malam
                                   mantri polisi
                                       opas pos
                       lolongan cuma-cuma
membelah marah dan luka
                               hanya ngungun
                        bola matahari
                               lama langsir
                        bulan sinting
                             digoda lumut
                                  tergelincir
                                  di dasar arus
                                             hitam
                        arak dan sajak
yang tak mungkin
                              tumpas tarianku
setan gelenyaran
                 gelimang dalam darah
melumat jiwa-jiwa
                 tubuh lepuh di genangan
                                         perkampungan dan darah
                                                di ujung penamu
                                    sendiri
                     rintihan-rintihan
perapian di seberang
                     tak bisa melelehkan
                                         kesunyianku
bahkan tak kutanya
                  arah senyummu
         bau mesiu
lenganku


110803

Tidak ada komentar: