meledak ke udara
semuntap pasukan merah
melalap barisan rumah
melahap malam
mengertap bibir seberang
kali ini
aku tak peduli
pada senyum walikota
jamuan makan malam
mantri polisi
opas pos
lolongan cuma-cuma
membelah marah dan luka
hanya ngungun
bola matahari
lama langsir
bulan sinting
digoda lumut
tergelincir
di dasar arus
hitam
arak dan sajak
yang tak mungkin
tumpas tarianku
setan gelenyaran
gelimang dalam darah
melumat jiwa-jiwa
tubuh lepuh di genangan
perkampungan dan darah
di ujung penamu
sendiri
rintihan-rintihan
perapian di seberang
tak bisa melelehkan
kesunyianku
bahkan tak kutanya
arah senyummu
bau mesiu
lenganku
110803
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.