Jumat, April 09, 2004

1/3 jaman

Bulan bulat telur
diam-diam menjelma lelaki tua yang geram
pada sudut warung kopi dan kecemasan didzikir roda
roda gigi mesin waktu yang tak mau tahu. Tegak
di persimpangan lebih lesit dari rambutmu
pecah tujuh
: tanggalkan dulu pembantai kepalamu

Dua pemukim mata teriris kuning
menggiring pergelangan hitam patah diancuk
lima ribu sebiji batu keringnya, mau berburu
tapi terlanjur senyum belut demi kebaikan
tanda malam
: kawanan kerah biru pulang kandang

Bermainlah suka-suka
Tapi jangan main-main

Tidak ada komentar: