tiba-tiba kota kami jadi penuh nada
gincu mabuk gelinjangan seperti perawan meringis
kehilangan tanda putih di pantatnya, salak raksasa
: mafhumlah pak, aku suka menguntit ibu
tapi suara berhamburan dari corong
corong batu hitam berkalung koral jamrud pedagang
dongeng dari negeri mimpi kabarkan rasa syukur, maaf
: kami telah bertobat, sekarang mengikut tali jagad
biru laut pun lahirkan prasangka
dari peci yang pecah hatinya tanpa temulawak
menarikan badut titipan kilat dari langit, entah
: masih adakah tempat buat kami
alam pelik ini makin 1/3 thel
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.