Minggu, Agustus 24, 2003
ada yang tersisa, mungkin terlupa
walau bisaku
cuma menikah dengan bayangmu
boleh kubertanya padamu
"gaun pengantin warna apa yang kau sukai"
sebab bila kupakai gaun pengantin berwarna putih
aku takut kau tak mengenaliku
bukankah pernikahan kita nanti dibalik kabut
dan jika kabut itu jumud
dengan gaun dan renda putihmu
akankah kuragukan hangat tubuhmu
jangan pernah takut pada bayang
bayang bulan yang tenggelam
di dasar kolam, manis
dan pahit adalah tanda
bahwa jiwa-jiwa hanya cerita
jika tak ditadah dalam gelas
gelas kristal penjual teh
dekat perkemahan alkemia
buka dan regukalah aku
kemuliaan yang tersisa
ada darah yang luluh dari kelopak
mata bukan air mata, sebab duka
terlalu pekat menjelaga senyum
buramku. bukankah bisa kautangkap?
sering kuharap pelangi
pada malamku tapi itu mimpi
yang kutuang saat aku tak mengantuk
lelah batinku mungkin perih yang ada
dalam hatimu
kita sama
diam
walau dalam diam kita saling merajut
benang kasih yang titik temunya ada
di genggam jemari kita
dan di depan gua
di tubir-tubir jurang pasir
iblis menyemburkan tentangan
kepadaku sang firasat takdir
maka kusebutkan lagi nafas
: jangan engkau cobai
tuanmu ini, Nak Mas
maka pergilah dia dari kakiku
082003. bersama Ame dari ruangobras Cysas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.