kota lamat-lamat
mengundurkan diri
dari dunia
cahaya
samun seperti bayangan
kulantunkan tubuh halus
jendela kesepian ruhmu
lindap
pada pasir
waktu yang memburu
pekat dan mengisap
pertanda dan isyaratmu
melahirkan kepak-kepak gasangku
muara dari pelayaran malam tanpa dermaga
ziarahku
senja merah
sejak kumuntahkan
hasratmu untuk terus
hidup abadi
seterang jubah ruhmu
erangkan rintihan
jejak sudut
matadewa
dari ribuan tahun
kaupinjam badan awan
dan tubuh angin kota
untuk darahmu
yang tumpah ke langit
jalanku menjelma dewa
reguklah lolonganku
rasuki aku
seperti saat jejak darahmu
kujamah dan mengisap udara
walau bisamu
hanya menyulam kelam mimpi
jangan gantung mataku
pada lampu-lampu kota
datang dan reguk aku sebagai tubuhmu
080803
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.