Kamis, Agustus 28, 2003

lawan catur

kota lamat-lamat
     mengundurkan diri
                  dari dunia
                       cahaya
      samun       seperti bayangan
   kulantunkan      tubuh halus
 jendela kesepian      ruhmu
      lindap
       pada pasir
            waktu yang memburu
                  pekat dan mengisap
                                     pertanda dan isyaratmu
                            melahirkan kepak-kepak gasangku
                  muara dari pelayaran malam tanpa dermaga

            ziarahku
            senja merah
            sejak kumuntahkan
            hasratmu untuk terus
                     hidup abadi
            seterang jubah ruhmu
               erangkan rintihan
                     jejak sudut
                        matadewa

dari ribuan tahun
     kaupinjam badan awan
          dan tubuh angin kota
                     untuk darahmu
         yang tumpah ke langit
     jalanku menjelma dewa
reguklah lolonganku
           rasuki aku
seperti saat jejak darahmu
kujamah dan mengisap udara
         walau bisamu
hanya menyulam kelam mimpi
         jangan gantung mataku
            pada lampu-lampu kota
datang dan reguk aku sebagai tubuhmu


080803

Tidak ada komentar: