kucari-cari di kolong langit
kupilin malam jadi makam
tapi tak sebutir pun netes
dari ketiak bau legitmu
cuma bulu
tengkuk meremang
kau tak juga terang
sang gairahku hilang
kau makin memuakkan
di bumi pengutuk kemunafikkan
kupahami makna bulu di balik tubuhmu
tiap dayaku kautangkis dengan manis
rasanya aku perlu langit baru
yang lama sudah tak berawan lagi
seperti seekor isteri yang berlari
dari suami yang terbukti impotensi
kubongkar surga di telapak kakimu
biar darah makin ngalir, dan simbokmu
diancuk jaran tanpa kendhat enak tenan
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.