lolonganku mengertap pagi dan malam buta
tak satu pun bisa meneduhkan tubuh ringkih
kaki pincang dan kematianku
tak ada keranda dan payung hitam
tapi mawar hitam lekat di dadaku
pecah sejak corsa hitam
dan tongkat arah cahaya jatuh
ke lubang kematian
tapi kematian selalu berkhianat
persis tuhan-tuhan keculasan
segala dewa dibunuh
berganti tubuh
menjadi tuhan
anjing pun bisa
menjelma junjungan
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.