Kamis, Desember 11, 2003

namaku luka

harusnya kau gampar aku
seperti katamu saat tergambar lukaku
ketika tangan lelaki itu membelaiku
selaksa kemarahan tak perlu kau pendam
agar menjadi bagiku kelengkapan dari hitam
malamku

kini aku tinggal kubangan
tiap-tiap bulir yang sisa menjelma leleran
masa silam buta dan mabuk
aku akan menghablur seperti bayangan
dan serpihan-serpihan jasadku
adalah kematian yang tak lengkap
aku yang bersalah
menjagal semua demi hidupku
lalu bayangan ibu datang
membawa senyum dan rasa dosa
yang tak pernah kukenali
wujud subuhnya
berhamburan dan terberai
dalam perjalanan nganga
hanya menempuh kehancuran

dan jika kehancuran itu pasti
maka akan kuhancurkan segala nama
segala langit, segala setan dan tuhan
demi nafas-nafas baru di taman bungamu
akan leburlah segala yang ada pada
waktu berimpit dan dunia terlipat

jika tak kuasa leburkan aku
maka akan kurobek perut bumi
kutenggak darah dari jalanan
jalan luka-luka dunia

111203

Tidak ada komentar: