Kamis, Desember 11, 2003

Manuel Dominguez

Tak ada lagi kematian
bayi-bayi. Bukan sebab segalanya
begitu mudah sekarang. Dalam gelas yang sama
kulihat para pembunuh mengambil wajah-wajah

paling awam dari penjuru kota. Jubah dan kubah
tak lagi serupa penyesalan atas kelahiran penjaga
maut, Isroil lahir bukan tanpa muka atau takdir

hujan yang jumawa
Dan kau tahu seribu wajah yang menggiring langkah
menembus pintu nama-nama ? serambut dibelah tujuh
Hujan mengantarkan pekat untuk mengundang matahari
membangun firdaus-firdaus baru. Demi menggugurkan
kembali bunga-bunga dan nafas baru

mungkin juga cambuk besar
teregam di tangan kanan atau kunci pintu hati ribuan
tahun bergantung di dada Anubis. Juga jika kau ajak
masuk gipsi ke dalam keretamu, maka neraca
bulu angsanya akan mengukur ketulusanmu
menerima selaksa rajam atau sekeping
mustika fir'aun. Mungkin tiap jubah

dan tudungmu
akan menambah berat piringan sebelah
hingga kau lihat punggungnya mencium tanah
punggungmu menggali lahat sendiri. Tangan
gemetar mencari keniscayaan dalam benakmu

Irish pun mungkin
tak datang tanpa kau undang dalam perjamuan
lewat tanda-tanda gaib dalam genggamanmu
Kadang perempuan lembut itu terlalu lelah
berhitung dengan waktu ? tenggelam diperentang
tali jiwa-jiwa yang jauh dan lekat di batas-batas
lembar meja lilin yang tersimpan. Kau nanti
saat tangan-tangan berhatu mengajakmu kerasukan
nafas para penjaga pintu abadi mendengus, melemparku
ke dalam semak kering yang hendak diperabukan

Kulum senyumku
sebentar lagi batu-batu memelukku
dan menjelma bara. Mungkin kau silap
kuingatkan, aku pulang dan kau bergunjing
terus dan selalu


032003

Tidak ada komentar: