setelah kau bunuh waktu di atas kereta
selarat tingkah hantu fajar menyirammu
dan membangunkan sebuah taman. salam
beku sopir bis kota lelehkan arahmu
sebuah luka nganga di bangku
; luwak, aku tahu
kau penipu di jalan Bantengan
dalam mulut taman tua. selarut lelaki
hitam menggiring ruh anjing pesiar
keliling kota. seringai anak serigala
menjilati rongsokan cortina di bibir
trotoar menyapamu tanpa suara
hanya kartu pos
mestikah kautuliskan sebagai kenangan
kota yang tertelan dan pingsan masa lalu
052003
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.