Minggu, September 14, 2003

my worst nightmare




kudatangi warung tak beruang

membusuk pada kecemasan

kabar dari langit suci

     ; segelas kopi

       sepotong roti

       tiga kerat

       singkong

       hangat




bocah belasan datang

kukira anak pemilik warung

tiduran di balai digoda teluh

tamu lain, lelaki berpeci

bocah gelinjangan

sebentar bangun

mencari-cari

kurban

perawan

anak empunya warung

lelaki berpeci alihkan rasa

pada si perawan, ditepis

lantas sadar



kulihat lelaki luka

di tembok kamar tanpa lengan

boneka bodoh yang ditinggalkan

meratap kertap pada bapaknya

aku tetap tak mengerti

bocah teluhan terus gelinjangan



lamat terngiang

perawan warung nyanyi

lenggang langgam pasundan

aku nyelinap di pinggang

pintu, mencari jalan keluar

aku terbatuk di ranjang

sendiri, mencari jalan kembali

082003

Tidak ada komentar: