kudatangi warung tak beruang
membusuk pada kecemasan
kabar dari langit suci
; segelas kopi
sepotong roti
tiga kerat
singkong
hangat
bocah belasan datang
kukira anak pemilik warung
tiduran di balai digoda teluh
tamu lain, lelaki berpeci
bocah gelinjangan
sebentar bangun
mencari-cari
kurban
perawan
anak empunya warung
lelaki berpeci alihkan rasa
pada si perawan, ditepis
lantas sadar
kulihat lelaki luka
di tembok kamar tanpa lengan
boneka bodoh yang ditinggalkan
meratap kertap pada bapaknya
aku tetap tak mengerti
bocah teluhan terus gelinjangan
lamat terngiang
perawan warung nyanyi
lenggang langgam pasundan
aku nyelinap di pinggang
pintu, mencari jalan keluar
aku terbatuk di ranjang
sendiri, mencari jalan kembali
082003
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.