menghitung anak
tangga
demi
tangga
batu kokoh
terkelupas semennya
sekali dua
kauloncati
dua, sesekali
tiga
waktu kompor mulai kehabisan minyak
biar sekadar buat nyalakan keretekku
kadang bisa
kerap gagal
itu bukan buatmu, kata ibu
jangan terlalu
memburu yang bukan hakmu
tapi kau bilang harus sampai
haruskah menapak
langkah demi langkah
ataukah melompat lima
kalau bisa
toh semua cuma soal cara
kau baru terjerembab
padahal belum sempat kaudaratkan
tapakmu di anak tangga yang entah
keberapa
kau mau menghambur lagi
tapi dengkulmu ngilu sekali
1996-2003
Selasa, September 02, 2003
sajak buat dee
kau terlalu sibuk
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.