jauh ke pucuk awan
tembangkan tubuhmu
mentah layangkan
batas kecemasanmu
sisakan angin kecil
dingin
menyelip di lubang hidungmu
aliri tenggorokan, susuri parumu
tepat di dasar hati ia berhenti
hamparan syahdu, katamu
ketika nanarku di matamu
1996-2003
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.