telah kau tutup pintu
ke dalam matamu, saat kaupetik bunga
di tamanku. akan kubuka nanti pelahan
dan musti kau tebar jala dengan kidmat
daun-daun sengonmu. bukan kidung
atau tembang penggelar rahasia
kuberikan semua tanpa cuaca
meski kulaknat diriku
kaupetik bunga itu
di tamanku. aku menggelepar tanpa suara
melolong lewat telisik angin tiris gerimis senja
mungkin kau mengutipnya sebagai kelakar
membakarnya bersama geliat ulat hatimu
tapi aku tak berani berharap kau nanti
menjaganya selalu
meski telah kuberikan
ruhku
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.