kau merambat naik
menyusuri gundukan rumputnya
kau angkat bunga-bunga kering itu
menggantikannya dengan yang baru
kau menangis
seperti akan datang kiamat pagi ini
seiring nyaring rintihanmu tentang dunia
dan rumah yang selalu kotor, sejak kau malas
menyapu dan berias seperti saat dia bersamamu
kau basuh nisannya
hati-hati, sebab takut kepalanya luka
lalu beranjak keluar setelah sedikit doa
menuruni perut makam itu, melepasnya
dengan salam penutup dan sebuah janji
segera menyusul mati
kau lewat depan tanahku
dengan serapah yang tak pernah lupa, kau lempar
bunga-bunga kering di tanganmu, kelu tanpa selera
memandangku, setidaknya tak ada kiamat pagi ini
tak ada awan dan hujan di langit yang kau remah
dalam di puting-puting susumu
dulu aku selalu cemburu
dan ingin membunuh anjing kesayanganmu itu
tapi sekarang tidak lagi, sekali-kali tidak lagi
hanya aku ingin sekali seperti dia, menjadi anjing
cintamu
2003
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.