Rabu, Januari 23, 2013
Arah Anginku
aku bukan pembakar senja, bukan lelawa pengisap darah renjana, tak akan ada kelebat kapak maut seperti cakar wirok pengerat, tak ada clurit emas seperti dalam syair-syair berdarah pemetik bunga kelana
aku bukan pemuja maut, berdiam dalam samun seperti kanak-kanak yang kemarin memagut mimpi setengah jadi, tak kan kautemukan lindap matahari dan dada yang mengerat dalam serat-serat tan pawatesku
aku bukan lelaki atau perempuan, pengumbar mantera berita cerita derita ramayana dan luka, burung tantina yang mati di panah raja nirwana, tan ada dada yang terguncang tarian sunyi matahari
bukan maling genthiri dari waktu yang lelap disapu samun kabut dan maut bermahkota duri, tertoreh di tiang pancang ranum, aku yang akan mengantarmu cengkerama kabut dan maut, dan menghunus jantungmu dengan senyumku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar