Puisi Sitok Srengenge
Seperti kelelawar,
pengelana malam yang kaukenal lewat gambar,
atau pangeran hantu
dari ruang gelap istana Nosferatu
yang merenggut perawan
ke dalam kabut dan lolong anjing siluman,
aku temu rawa gambut
dalam kesepianmu yang akut
Kulihat gairah ngendon dalam urat darah di lehermu
ibarat buah pohon yang tumbuh lebih dulu dari waktu
Maka kubur niatan
mencatur keabadian,
sebentar lagi lonceng berdentang
dari puncak menara Anne Frank,
erang sirine mengiris malam hari:
seseorang habis membunuh diri
Anjing bersetubuh dengan hawa dingin,
kau dan aku saling luruh seluruh ruh ke dalam ingin
Hingga seseorang
berambut panjang,
yang pernah bertandang ke mimpimu,
membuka jendela itu
Api di pediangan telah padam, arang remuk
menjadi serbuk,
kau dan aku
kembali abu
Diterjang angin musim dingin aku terlontar ke samudera
menjelma pulau-pulau khatulistiwa,
kau tertinggal di tempatmu, ditimbuni salju
menggumpal jadi masa lalu
Kelak jika salju mencair dan terjadi gerak pada kincir,
kau terbawa air,
sekali waktu
akan sampai padaku
Barangkali sempat berdekapan, lalu berlepasan
entah sampai kapan
Barangkali seperti mimpi
Seperti mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar