dengan kidung agung mana aku mesti takbirkan namamu
hingga kau paham bahwa tulang-tulang itu telah menusuk
igaku, saat kulihat ular di balik kacaku pagi ini
kau tahu, aku cuma bisa
melintasi perbatasan waktu dalam bingkai gading
retakan-retakan di celahnya adalah penghiburan
bagi yang luka, semua luka
marilah berdekapan erat sebagai apa pun kau
sebagai apa pun aku
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.