: just 4 Uul
tapi ingatkah kau ketika kanak-kanak
kita lepaskan dua perahu di arus kecil
kali belakang rumah dekat sawah
lalu kau tersenyum
seperti mau terus saksikan perahumu
laju terbawa arus yang gericik sampai
seperti kau awasi dari tiang pengintai
kalau-kalau ada batu karang dan rompak
mengalang pandang
sesekali kau lompat ke geladakku
dimana hanya suling gembala, desau angin
dan nafasku yang makin kuning mengiringmu
dari arus buta dan mabuk
kau masih senyum
waktu ujung hidungnya sandar
entah di pelabuhan atau terdampar
tapi kau nyaris sampai ke ujung senja
dari sela akar bakau kau rintihkan tanda
akankah perahuku merapat dekat
dekat senyummu
tapi ingatkah kau perihal perahu-perahu
kita yang hanyut, basah dan tak lagi wujud
di sela akar bakau kertas itu bertanya
:*:*:*
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.