seperti anjing yang jilati tai sendiri
aku kembali tafakur di bawah sudut
mayatmu, mengambang jadi mambang
melesat ke puting langit dan menari
sendiri
tak bisakah sejenak kau tandai arah
angin dengan matahari. tujuh bintang
berjaga di utara. gubug para pemabuk
di selatan. ratu kecantikan itu di timur
mestikah kusulut tarian anginmu
dengan senyumku di bibirmu
kemana saja kau
setelah tak sanggup salami
tubuhmu, mustikah tak kusapa kersik
malam makin sekarat di bawah lindap
bayangmu. seperti kanak-kanak babi
aku berkubang sehabis mandi
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.